Artikel; Teori Matematika Dalam Al-Qur'an
Banyak konsep dalam
ilmu matematika yang yang bersumber dan dikembangkan dari Al-Quran. Dan bagi
mahasiswa yang belajar di Jurusan Matematika jangan pernah menutup diri untuk
menoleh pada sumber pertama ilmu matematika tersebut.
Didalam Al-Quran
terdapat semua hal mengenai kehidupan dan kematian, termasuk matematikapun ada
didalamnya,” terang Rahayu. Ia menerangkan beberapa contohnya, seperti, hukum
waris, penentuan bulan hijriah, thawaf, sa’i, dan melontar jumroh.
Lebih jelas lagi
terkait ilmu matematika, di dalam Al-Quran terdapat konsep bilangan yang tersusun
rapi, seperti, bilangan ganjil, sebagaimana yang tercantum dalam surat
Al-Baqarah ayat dua. Kemudian angka tiga dan tujuh merupakan bilangan prima
yang sering muncul dalam ritual agama Islam, dimana do’a diyakini akan terkabul
jika diulang tiga atau tujuh kali.
Konsep kriptografi atau
kriptologi yang menjadi titik temu ilmu matematika juga terdapat dalam Al-Quran.
Yaitu solat memiliki angka tersembunyi
berjumlah Sembilan belas. Jika di hitung 2 (shubuh), 4 (dzuhur), 4 (ashar), 3
(maghrib), dan 4 (isya) akan menghasilkan angka 1.286 x 19.
materi matematika yang terdapat dalam ayat
alquran diantaranya yaitu Teori Himpunan,Teori Vektor,dan Teori perkalian.
1. Teori Himpunan
Teori
himpunan merupakan bidang matematika yang mengkaji himpunan (set), yakni
kumpulan (koleksi) dari objek-objek yang terdefinisi dengan jelas (well
defined). Makna “objek” dalam definisi tersebut dapat berupa obyek nyata
dan abstrak. Adapun makna “terdefinisi dengan jelas” adalah ciri, sifat, atau
syarat objek yang dimaksud harus jelas dan dapat ditentukan (Abdussakir : 2009
hal.4).
Dalam Al-Qur’an surat An-Nur ayat 45: yang Artinya, “
Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, Maka sebagian dari hewan
itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki
sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa
yang dikehendaki-Nya, Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”
Dalam ayat
di atas dijelaskan sekumpulan makhluk yang disebut binatang. Dalam kelompok
binatang tersebut ada sekelompok yang berjalan tanpa kaki, dengan dua kaki,
empat, atau bahkan lebih sesuai dengan yang dikehendaki oleh Allah SWT.
Kelompok binatang-binatang tersebut juga dapat didefinisikan secara
jelas, yakni binatang dengan jumlah kaki yang sama.
Dalam
Al-Qur’an surat Al-Fathir ayat 1 dan An-Nur ayat 45 itulah terdapat konsep
matematika, yaitu kumpulan objek-objek yang didefinisikan secara jelas. Teori
inilah yang dalam matematika dinamakan dengan Teori Himpunan.
2. Teori Vektor
Vektor
merupakan besaran yang mempunyai besar dan arah, seperti perpindahan
(displacement), kecepatan, gaya, dan percepatan (Murray, 1999:1). Berdasarkan
tinjauan siding kajian geometri, secara umum suatu besaran vector dapat
digambarkan dengan menggunakan ruas garis berarah. Panjang dari ruas garis
merupakan panjang vektor atau besar vector, sedangkan arah dari peubah
merupakan petunjuk arah vector.
Allah
berfirman dalam surat Al-Hujurat ayat 13 : Artinya : Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki
dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku
supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia
diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
3. Teori Perkalian
Berdasarkan
ayat tersebut, maka dapat dimaknai bahwa dalam sepanjang perjalanan hidupnya,
tingkat kemuliaan seseorang tergantung pada ketaqwaannya. Semakin seseorang
bertaqwa kepada Allah, maka dia akan semakin dimuliakan oleh-Nya. Kode ini
dapat ditarik suatu konsep nilai untuk suatu vector.
Berdasarkan
QS.Annisa : 112 dapat menyelesaikan perkalian tanda negatif dengan mudah yang
selama ini masih banyak siswa kewalahan menyelesaikan perkalian dengan tanda
negatif ini. Misalkan :
v “dan siapa saja yang melakukan kesalahan atau dosa”
bisa kiat beri simbol negatif (-)
v “kemudian dituduhkan kepada orang yang tidak bersalah”
kita beri simbol positif (-)
v “maka sesungguhnya ia telah berbuat
suatu kebohongan dan dosa yang nyata”kita beri simbol negatif (-)
Perhatikan
urutan simbol-simbol itu”negatif positif
negatif “ lihatlah pola yang terbentuk,jika dilengkapi dengan simbol
operasi hitung menjadi semakin lengkap.
Pola
tersebut dapat kita simpulkan bahwa :
ü Suatu kesalahan (-) jika kita katakan benar (+),maka
sesungguhnya kita berbuat bohong,dosa (-)
ü Suatu yang benar (+) jika kita katakan salah (-),maka
sebenarnya kita juga berbuat bohong,dosa (-)
ü Suatu kesalahan (-) jika katakan salah (-),maka kita
melakukan suatu yang benar (+)