Kamis, 22 September 2016

artikel dasar filsafat

Artikel Dasar-Dasar Filsafat Pendidikan Matematika
A.    Hakikat Filsafat
Kata filsafat berkaitan erat dengan segala sesuatu yang bisa dipikirkan oleh manusia, bahkan tidak akan pernah ada habisnya karna mengandung dua kemungkinan, yaitu proses berfikir dan hasil berfikir. Sebagian orang berpendapat bahwa kata filsafat bahwa kata filsafat berasal dari bahasa Arab falsafah yang dikaitkan dngan sofiah ang artinya berarti bijaksana dan kata sufi sebagai sebutan orang yng ahli dalam berfilsafat. Dipihak lain ada yang berpendapat bahawa kata filsafat justru berasal dari bahasa latin (yunani) dan merupakan penyatuan dua kata philo yang berarti teman, sahabat, yang mungkin ada kaitan dengan bahasa inggris fellow, dan kata Sophia yang artinya sama dengan arti dalam bahasa Arab, yaitu bijaksana. Hal itu, sebagaimana diungkapkan oleh Jhon S. Brubacher sabagai berkut:
“Filsafat berasal dari bahasa yunani, yaitu philos dan Sophia yang berarti cinta kebijaksanaan atau belajar. Lebih dari itu, dapat diartikan cinta belajar pada umumnya hanya ada dalam filsafat. Untuk alasan tersebut, maka sering dikatakan bahwa filsafat merupakan induk atau ratu ilmu pengetahuan”.
Menurut Dr. Sondang P. Siagian, M.P.A., fisafat berarti “cinta kepada kebijaksanaan”. Untuk menjadi bijaksana, berarti harus berusaha mengetahui tentang sesuatu dengan sedalam-dalamnya, baik mengenai hakikat adanya sesuatu, fungsi, cirri-ciri, kegunaan, masalah-masalah, skaligus pemecahannya.
Dari ungakapan ilmuan diatas masih menimbulkan persoalan yaitu, apa yang dimaksud dngan kebjaksanaan atau kebenaran dalam konteks filsafat. Lepas dari artinya, kedua hal tersebut menunjukkan bahwa filsafat menganungv misi moral, suatu pedoman hidup yang dipandang baik untuk dipedomani, sehingga dtinjau dari maknaarti katanya filsafat berarti senang atau cinta kebijaksanaan atau kebenaran.
Untuk melengkapi pemahaman pembaca tentang arti filsafat maka disisni akan dikemukakan pengertian filsafat menurut para filosof, yaitu:
a.       Menurut plato “Filsafat adalah pengetahuan yang berminat mancapai kebenaran asli”. Bahwa wujud filsafat adalah pengetahuan dan tujuan berfilsafat adalah mencapai kebenaran asli.
b.      Aritoteles mengartikan fisafat sebagai “ilmu peengetahuan yang meliputi kebenaran yang bergabung didalamnya metafisika, logika, retorika, ekonomi, politik, dan estetika. Bahwa wujud filsafat adalah pengetahuan dan lingkup filsafat adalah metafisika, logika, retorika, ekonomi, politik, dan estetika.
c.       Sdangkan al-Farabi memaknai filsafat sebagai pengetahuan tentang hakikat sebagai yang sebenarnya. Bahwa wujud filsafat sebagai pengetahuan dan objek filsafat adalah hakikat alam wujud.

B.     Hakikat pendidikan
Dalam kajian dan pemikiran tentang pendidikan terlebih dahulu perlu iketahui dua istilah yang hamper sama bentknya dan sering digunakan dalam duniapendidikan, yaitu paedagogie dan padagoiek. Paedagogie berarti “pendidikan”, sdangkan paeda artinya “ilmu pendidikan”. Paedgogiek  atau ilmu pendidikan ialah yang menyelidiki, merenumg tenteng gejala-gejala perbuatan mendidik. Istilah ini berasal dari kata “paedagogia” (Yunani) yang berarti pergaulan dengan anak-anak. Sedangkan yang sering menggunakan istilah padagogos adalah seorang pelayan (bujang) pada zaman yunani kuno, yang pekerjaannya mengantar dan menjemput anak-anak ked an dari sekolah. Padagagos berasal dari kata paedos (anak) dan agoge (saya membimbing,memimpin).
Dalam pengertian yang sederhana dan umum, makna pendidikan sebagai usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan, baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat dan kebudayaan. Usaha-usaha yang dilakukan untk menanamkan nilai-nilai dan norma-norma tersebut, serta mewariskannya kepada generasi berikutnya untuk dikembangkan dalam hidup dan kehidupan yang terjadi dalam suatu proses pendidikan.
Pendidikan dapat diartian sebagai hasil peradaban bangsa yang dikembangkan atas dasar pandangan hidup bangsa itu sendiri (nilai dan norma masyarakat), yang berfungsi sebagai filsafat pendidikannya atau sebagai cita-cita dan pernyataan tujuan pendidikannya. Menurut Carter V. Good bahwa pendidikan megandung pengertian sebagai suatu:
a.       Proses perkembangan kecakapan seseorang dalam bentuk sikap dan perilaku yang berlaku dalam masyarakatnya, dan
b.      Proses social dimana seseorang dipengaruhi oleh sesuatu lingkungan yang terpimpin (misalnya sekolah) sehingga ia dapat mencapai kecakapan social dan mengembangkan pribadinya.
Dari pandangan C.V. Good tadi dapat dipahami bahwa pendidikan menentan cara hidup sseorang, karena terjadinya modifikasi dalam pandangan seseorang disebabkan pula oleh terjadinya pengaruh interaksi antara kecerdasan, perhatian, pengalaman, dan sebagainya yang dinyatakan dalam perilaku, kebiasaan paham kesusilaan, dan sebagainya.
C.    Hakikat Matematika
Kata Matematika berasal dari bahasa yunani manthein atau manthenein yang berarti “mempelajari”. Kebanyakan orang mengatakan bahwa matematika adalah suatu pelajaran yang pasti atau ilmu pasti. Menurut Andi Hakim Nasution “penggunaan istilah matematika lebih tepat dari pada ilmu pasti. Karna dalam matematika, banyak terdapat pokok bahasan yang justru tidak pasti seperti pada statistic terdapat probabilitas (kemungkinan)”.
Jonson dan Rising menyatakan bahwa “Matematika dikatakan sebagai pengetahuan stuktur yang terorganisasi, sifat-sifat atau teori dibuat ecara deduktif berdasarkan pada unsur yang didefinisikan, aksioma, teori yang telah dibuktikan kebenarannya”. Dari pengertian ini, matematika ilmu pengetahuan yang melatih seseorang untuk menyelesaikan masalah dengan terstruktur dan dengan menggunakan logika.
Menurut Hudoyo, hakekat matematika berkenaan dengan ide-ide struktur-struktur dan hubungan-hubungannya yang diatur menurut urutan yang logis. Jadi matematika berkenaan dengan konsep-konsep yang abstrak. Jika matematika dipandang sebagai struktur dari hubungan-hubungan maka simbo-simbol formal diperlukan untuk membantu memanipulasi aturan-aturan yang beroperasi di dalam struktur-struktur.

D.    Hakikat filsafat pendidikan matematika
Dengan menggunakan pengertian, bahwa filsafat itu sebagai suatu usaha untuk mnemukan konsep yang dapat diterima oleh akal, mengenai tempat manusia di alam semesta ini secara berfikir reflektif. Menurut Dr. Yahya Qahar, menjelaskan pengertian pendidikan adalah filsafat yang bergerak di lapangan pendidikan, yang mempelajari proses kehidupan dan alternatif proses pendidikan dalam pembentukan watak.
Sedangkan menurut Dr. Hasan Langgulung dalam bahasanya: “filsafat pendidikan adalah sejumlah prinsip kepercayaan, konsep, asumsi, dan premis yang berhubungan erat dengan praktik pendidikan yang ditentukan dalam bentuk yang lengkap dan melengkapi, bertalian dan selaras, berfungsi sebagai teladan dan pembimbing bagi usaha pendidikan dan proses pendidikan dengan seluruh aspek-aspeknya, dan bagi politik pendidikan bagi suatu Negara,”
Dapat ditarik pengertian dari beberapa pengertian diatas yakni Filsafat Pendidikan Matematika yaitu “suatu dasar-dasar yang telah ditentukan oleh para filosof sebagai proses pendidikan untuk mendalami konsep serta asumsi yang ada dalam pelajaran matematika,” bahwa sesungguhnya memepelajari dan mendalami matematika yang seala konsep dan asumsinya ditentukan dan ditemukan oleh para filosof.

E.     Kesimpulan
a.       Dari uraian pengertian filsafat ditinjau dari segi arti bahasanya dapat disimpulkan bahwa filsafat adalah :
-          Pengetahuan tentang kebijaksanaan
-          Mencari kebenaran, dan
-          Pengetahuan tentang dasar-dasar atau prinsip-prinsip
b.      Pendidikan adalah proses menuju perubahan.
c.       Matematika adalah ilmu pengetahuan yang melatih seseorang untuk menyelesaikan masalah dengan terstruktur dan dengan menggunakan logika.

d.      Filsafat Pendidikan Matematika yaitu suatu dasar-dasar yang telah ditentukan oleh para filosof sebagai proses pengajaran atau pendidikan untuk mendalami dasar serta asumsi yang ada dalam pelajaran matematika.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar