Artikel
Dasar-Dasar Filsafat Pendidikan Matematika
A.
Hakikat Filsafat
Kata
filsafat berkaitan erat dengan segala sesuatu yang bisa dipikirkan oleh
manusia, bahkan tidak akan pernah ada habisnya karna mengandung dua
kemungkinan, yaitu proses berfikir dan hasil berfikir. Sebagian orang
berpendapat bahwa kata filsafat bahwa kata filsafat berasal dari bahasa Arab falsafah yang dikaitkan dngan sofiah ang artinya berarti bijaksana dan
kata sufi sebagai sebutan orang yng
ahli dalam berfilsafat. Dipihak lain ada yang berpendapat bahawa kata filsafat
justru berasal dari bahasa latin (yunani) dan merupakan penyatuan dua kata philo yang berarti teman, sahabat, yang
mungkin ada kaitan dengan bahasa inggris fellow,
dan kata Sophia yang artinya sama
dengan arti dalam bahasa Arab, yaitu bijaksana. Hal itu, sebagaimana
diungkapkan oleh Jhon S. Brubacher sabagai berkut:
“Filsafat
berasal dari bahasa yunani, yaitu philos
dan Sophia yang berarti cinta
kebijaksanaan atau belajar. Lebih dari itu, dapat diartikan cinta belajar pada
umumnya hanya ada dalam filsafat. Untuk alasan tersebut, maka sering dikatakan
bahwa filsafat merupakan induk atau ratu ilmu pengetahuan”.
Menurut
Dr. Sondang P. Siagian, M.P.A., fisafat berarti “cinta kepada kebijaksanaan”.
Untuk menjadi bijaksana, berarti harus berusaha mengetahui tentang sesuatu
dengan sedalam-dalamnya, baik mengenai hakikat adanya sesuatu, fungsi,
cirri-ciri, kegunaan, masalah-masalah, skaligus pemecahannya.
Dari
ungakapan ilmuan diatas masih menimbulkan persoalan yaitu, apa yang dimaksud
dngan kebjaksanaan atau kebenaran dalam konteks filsafat. Lepas dari artinya,
kedua hal tersebut menunjukkan bahwa filsafat menganungv misi moral, suatu
pedoman hidup yang dipandang baik untuk dipedomani, sehingga dtinjau dari
maknaarti katanya filsafat berarti senang atau cinta kebijaksanaan atau
kebenaran.
Untuk
melengkapi pemahaman pembaca tentang arti filsafat maka disisni akan
dikemukakan pengertian filsafat menurut para filosof, yaitu:
a. Menurut
plato “Filsafat adalah pengetahuan yang berminat mancapai kebenaran asli”.
Bahwa wujud filsafat adalah
pengetahuan dan tujuan berfilsafat
adalah mencapai kebenaran asli.
b. Aritoteles
mengartikan fisafat sebagai “ilmu peengetahuan yang meliputi kebenaran yang
bergabung didalamnya metafisika, logika, retorika, ekonomi, politik, dan
estetika. Bahwa wujud filsafat
adalah pengetahuan dan lingkup filsafat
adalah metafisika, logika, retorika, ekonomi, politik, dan estetika.
c. Sdangkan
al-Farabi memaknai filsafat sebagai pengetahuan tentang hakikat sebagai yang
sebenarnya. Bahwa wujud filsafat
sebagai pengetahuan dan objek
filsafat adalah hakikat alam wujud.
B. Hakikat
pendidikan
Dalam
kajian dan pemikiran tentang pendidikan terlebih dahulu perlu iketahui dua
istilah yang hamper sama bentknya dan sering digunakan dalam duniapendidikan,
yaitu paedagogie dan padagoiek. Paedagogie berarti
“pendidikan”, sdangkan paeda artinya
“ilmu pendidikan”. Paedgogiek atau ilmu pendidikan ialah yang menyelidiki,
merenumg tenteng gejala-gejala perbuatan mendidik. Istilah ini berasal dari
kata “paedagogia” (Yunani) yang
berarti pergaulan dengan anak-anak. Sedangkan yang sering menggunakan istilah padagogos adalah seorang pelayan
(bujang) pada zaman yunani kuno, yang pekerjaannya mengantar dan menjemput
anak-anak ked an dari sekolah. Padagagos berasal
dari kata paedos (anak) dan agoge (saya membimbing,memimpin).
Dalam
pengertian yang sederhana dan umum, makna pendidikan sebagai usaha manusia
untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan, baik jasmani
maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat dan
kebudayaan. Usaha-usaha yang dilakukan untk menanamkan nilai-nilai dan
norma-norma tersebut, serta mewariskannya kepada generasi berikutnya untuk
dikembangkan dalam hidup dan kehidupan yang terjadi dalam suatu proses
pendidikan.
Pendidikan
dapat diartian sebagai hasil peradaban bangsa yang dikembangkan atas dasar
pandangan hidup bangsa itu sendiri (nilai dan norma masyarakat), yang berfungsi
sebagai filsafat pendidikannya atau sebagai cita-cita dan pernyataan tujuan
pendidikannya. Menurut Carter V. Good bahwa pendidikan megandung pengertian
sebagai suatu:
a. Proses
perkembangan kecakapan seseorang dalam bentuk sikap dan perilaku yang berlaku
dalam masyarakatnya, dan
b. Proses
social dimana seseorang dipengaruhi oleh sesuatu lingkungan yang terpimpin
(misalnya sekolah) sehingga ia dapat mencapai kecakapan social dan
mengembangkan pribadinya.
Dari
pandangan C.V. Good tadi dapat dipahami bahwa pendidikan menentan cara hidup
sseorang, karena terjadinya modifikasi dalam pandangan seseorang disebabkan
pula oleh terjadinya pengaruh interaksi antara kecerdasan, perhatian,
pengalaman, dan sebagainya yang dinyatakan dalam perilaku, kebiasaan paham
kesusilaan, dan sebagainya.
C. Hakikat
Matematika
Kata
Matematika berasal dari bahasa yunani manthein
atau manthenein yang berarti
“mempelajari”. Kebanyakan orang mengatakan bahwa matematika adalah suatu
pelajaran yang pasti atau ilmu pasti. Menurut Andi Hakim Nasution “penggunaan
istilah matematika lebih tepat dari pada ilmu pasti. Karna dalam matematika,
banyak terdapat pokok bahasan yang justru tidak pasti seperti pada statistic terdapat
probabilitas (kemungkinan)”.
Jonson
dan Rising menyatakan bahwa “Matematika dikatakan sebagai pengetahuan stuktur
yang terorganisasi, sifat-sifat atau teori dibuat ecara deduktif berdasarkan
pada unsur yang didefinisikan, aksioma, teori yang telah dibuktikan
kebenarannya”. Dari pengertian ini, matematika ilmu pengetahuan yang melatih
seseorang untuk menyelesaikan masalah dengan terstruktur dan dengan menggunakan
logika.
Menurut
Hudoyo, hakekat matematika berkenaan dengan ide-ide struktur-struktur dan
hubungan-hubungannya yang diatur menurut urutan yang logis. Jadi matematika
berkenaan dengan konsep-konsep yang abstrak. Jika matematika dipandang sebagai
struktur dari hubungan-hubungan maka simbo-simbol formal diperlukan untuk
membantu memanipulasi aturan-aturan yang beroperasi di dalam struktur-struktur.
D. Hakikat
filsafat pendidikan matematika
Dengan
menggunakan pengertian, bahwa filsafat itu sebagai suatu usaha untuk mnemukan
konsep yang dapat diterima oleh akal, mengenai tempat manusia di alam semesta
ini secara berfikir reflektif. Menurut Dr. Yahya Qahar, menjelaskan pengertian
pendidikan adalah filsafat yang bergerak di lapangan pendidikan, yang
mempelajari proses kehidupan dan alternatif proses pendidikan dalam pembentukan
watak.
Sedangkan
menurut Dr. Hasan Langgulung dalam bahasanya: “filsafat pendidikan adalah
sejumlah prinsip kepercayaan, konsep, asumsi, dan premis yang berhubungan erat
dengan praktik pendidikan yang ditentukan dalam bentuk yang lengkap dan
melengkapi, bertalian dan selaras, berfungsi sebagai teladan dan pembimbing
bagi usaha pendidikan dan proses pendidikan dengan seluruh aspek-aspeknya, dan
bagi politik pendidikan bagi suatu Negara,”
Dapat
ditarik pengertian dari beberapa pengertian diatas yakni Filsafat Pendidikan
Matematika yaitu “suatu dasar-dasar yang telah ditentukan oleh para filosof
sebagai proses pendidikan untuk mendalami konsep serta asumsi yang ada dalam
pelajaran matematika,” bahwa sesungguhnya memepelajari dan mendalami matematika
yang seala konsep dan asumsinya ditentukan dan ditemukan oleh para filosof.
E. Kesimpulan
a. Dari
uraian pengertian filsafat ditinjau dari segi arti bahasanya dapat disimpulkan
bahwa filsafat adalah :
-
Pengetahuan tentang kebijaksanaan
-
Mencari kebenaran, dan
-
Pengetahuan tentang dasar-dasar atau
prinsip-prinsip
b. Pendidikan
adalah proses menuju perubahan.
c. Matematika
adalah ilmu pengetahuan yang melatih seseorang untuk menyelesaikan masalah
dengan terstruktur dan dengan menggunakan logika.
d. Filsafat
Pendidikan Matematika yaitu suatu dasar-dasar yang telah ditentukan oleh para
filosof sebagai proses pengajaran atau pendidikan untuk mendalami dasar serta
asumsi yang ada dalam pelajaran matematika.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar